Postingan

Menampilkan postingan dengan label DKI Jakarta

Tujuh Warga di Kelapa Gading Terkena OTT

Gambar
JAKARTA (Pos Kota) – Tujuh warga, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena terbukti membuang sampah sembarangan. Ketujuh orang ini diamankan petugas yang menggelar operasi di sekitar Jalan Cengkir Raya, Jalan Perintis Kemendekaan dan Cengkir Raya, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (21/7).Selanjutnya ketujuh orang ini selain diperiksa petugas, mereka juga diwajibkan lapor dan membuat surat pernyataan di Kelurahan Kelapa Gading Timur.Lurah Kelapa Gading Timur, Tulus Harjo mengatakan saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya memonitor sejumlah lokasi yang dimanfaatkan warga membuang sampah. Menurutnya, selama ini pihaknya mendapat infomasi kalau dua lokasi tersebut yakni di Jalan Cengkir Raya dan Jalan Perintis Kemerdekaan sering dimanfaatkan pengendara untuk membuang sampah.“Dari hasil informasi itu kami langsung menerjunkan petugas Satpol PP untuk memantau di lokasi. Ternyata benar beberapa saat petugas sedang berada di lokasi ada warga y…

Anak Punk Meresahkan dan Menakutkan

Gambar
JAKARTA (Pos Kota) – Keberadaan anak-anak punk di kawasan lampu merah Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar) dikeluhkan warga. Karena sering memeras warga yang tengah lewat, sehingga sangat meresahkan.Keluhan warga tersebut disampaikan ke Redaksi Harian Pos Kota melalui SMS Aspirasi Warga Jakarta di mana isinya “Yth. Kapolsek Jakarta Barat dan Satpol PP. Tolong untuk segera menertibkan anak-anak Punk yang suka memeras di lampu merah Jembatan Dua, karena sudah sangat meresahkan warga sekitar. (081586831xxx).Kasatgaspol PP Kecamatan Tambora, Ivan Sigiro menegaskan pihaknya telah sering kali menertibkan keberadaan anak-anak punk tersebut dan mengirimkannya ke panti sosial. “Sudah seringkali ditertibkan, Senin (17/7) kemarin kami tertibkan, sebanyak 15 PMKS berhasil diangkut, termasuk enam anak punk di Jembatan Dua,” katanya, Kamis (20/7).Dikatakan, pihaknya sangat konsen dalam penertiban terhadap keberadaan PMKS di wilayah Kecamatan Tambora, termasuk anak anak punk. Setiap hari an…

Produsen Beras di Bekasi Tipu Konsumen Hingga Triliunan Rupiah

Gambar
Ilustrasi beras. TEMPO/Eko Siswono ToyudhoTEMPO.CO, Bekasi - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Tito Karnavian menyegel PT Indo Beras Unggul, produsen cap “Ayam Jago”. Perusahaan itu dituduh telah melakukan penipuan dengan menjual beras medium bersubsidi seharga beras premium. "Ini nggak main - main. Masyarakat dan negara dirugikan sampai ratusan triliun rupiah," ujar Tito, Kamis malam, 20 Juli 2017.Kecurangan itu dilakukan PT Indo Beras melalui anak usahanya PT Tiga Pilar Sejahtera. Modusnya, perusahaan mengemas beras IR64 dengan label cap “Ayam Jago” dan “Maknyuss”. Padahal IR64 adalah beras medium bersubsidi yang harganya RP 9 ribu per kilogram. Beras itu dikemas dan diberi label premium lalu dijual ke gerai ritel modern dengan harga Rp 20 ribu per kilogram. "Beras subsidi dikemas seolah-olah barang premium supaya harganya tinggi sekali," kata Tito. Praktik culas ini diketahui setelah Satgas Pangan melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan laborato…

Djarot tak Sepakat soal Fasilitas Tenaga Ahli DPRD

Gambar
Gedung DPRD DKI Jakarta. Foto: MI/Panca Syurkani. Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai tenaga ahli belum dibutuhkan anggota DPRD DKI. Hal ini menanggapi permintaan sejumlah fraksi di DPRD DKI yang menginginkan adanya staf tenaga ahli bagi setiap anggota Dewan yang dibiayai melalui anggaran daerah. "DKI ini memang secara persoalan betul-betul banyak. Banyak sekali persoalan di DKI. Tapi, dari sisi wilayah itu kan gampang dijangkau. Kalau setiap anggota dewan punya asisten pribadi atau tenaga ahli, itu fungsinya apa?," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis 20 Juli 2017. Dia menjelaskan, jika setiap anggota dewan memiliki satu orang tenaga ahli, akan ada 106 tenaga ahli hanya untuk anggota saja. "Belum lagi fraksi. Makanya yang proporsional menurut saya," ujar Djarot. Menurut Djarot, anggota DPR wajar kalau memiliki staf ahli. Pasalnya, daerah yang mesti dijangkau mereka biasanya besar…

430 Makam di TPU Kapuk Teko Masih Terendam

Gambar
Nurman menunjukkan makam yang terendam. Foto: MTVN/Lis Pratiwi Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 430 makam di TPU Kapuk Teko, Cengkareng, Jakarta Barat, masih terendam air setingi 1,5 meter. Tidak ada lagi nisan yang tampak ke permukaan. Lahan pemakaman berubah serupa waduk penampung air hujan.

Salah satu warga, Nurman, mengatakan, secara keseluruhan TPU Kapuk Teko memiliki luas 2 hektare. Area ini berisi sekitar 2.070 makam umat Islam dan 2.030 makam umat Budha. Namun, sebagian besar telah dipindahkan.

"Waktu tahun 2013 kita data ulang dengan mengundang ahli waris ada 430 makam yang terendam, Muslim semua," kata Nurman kepada Metrotvnews.com, Rabu 19 Juli 2017.

Ia mengungkapkan, pada tahun 1992 pernah dilakukan revitalisasi lahan. Saat itu ribuan makam umat Budha direlokasi ke TPU Tegal Alur. Hanya makam tanpa keluarga dibiarkan di tempatnya dan dilakukan pelebaran jalan di atasnya.Sementara itu, tersisa dua makam umat Budha lain yang dibangunkan pembatas dan dirawat a…

Menjawab Kebutuhan Masyarakat Perkotaan Masa Kini

Gambar
Peta Iskandar Malaysia Forest City Johor Bahru--Metrotvnews.com/Misbahol Munir Metrotvnews.com, Johor Bahru: Masyarakat perkotaan masa kini cenderung mudah stres. Banyak faktor yang melatarbelakangi hal ini. Antara lain disebabkan pertumbuhan penduduk yang tak sebanding dengan luas wilayah, seperti kota metropolitan Jakarta.Menyempitnya lahan tempat tinggal di Ibu Kota tak lain karena dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat pemerintahan. Akibat pembangunan itu, unsur-unsur penghasil oksigen berkurang, sehingga masyarakat lebih sensitif dan mudah emosional. Kehidupan lingkungan perkotaan yang lebih layak dan tertata diyakini menjadi salah satu solusi pengentasan masalah tersebut. Hal itulah yang ditawarkan Forest City, Country Garden Paciticview, untuk menjawab permasalahan masyarakat perkotaan masa kini. "Masyarakat kota besar umumnya mencari sesuatu yang lengkap dengan kemajuan dan kualitas fasilitas kota yang baik, tetapi mereka juga membutuhkan suasana yang lebih…

Mahasiswa Gunadarma Desak Rektor Beri Sanksi Perisak MF

Gambar
Ilustrasi bullying. acasacuca.com.brTEMPO.CO, Depok - Mahasiswa Universitas Gunadarma mendesak rektorat kampus itu memberi sanksi keras terhadap para perisak (pem-bully) MF. "Kami minta rektor memberi sanksi tegas untuk pelaku bullying," kata Ketua Lingkar Suara Mahasiswa Universitas Gunadarma, Fajar Muhlasin, Selasa, 18 Juli 2017.Menurut Fajar, pihaknya mengumpulkan dukungan dari rekan-rekannya untuk membela MF, mahasiswa yang menjadi korban perisakan oleh teman seangkatannya di kampus G Gunadarma, Kelapa Dua, Depok, Jumat pekan lalu.Baca: "Bukan cuma kami, ini bentuk suara mahasiswa yang menolak keras bullying di dalam kampus," ujar Fajar. Mahasiswa juga, kata Fajar, menuntut Rektor Universitas Gunadarma segera menyampaikan informasi dan membentuk badan konseling di setiap fakultas.Alasannya, selama ini tidak ada lembaga konseling untuk para mahasiswa yang memerlukan pendampingan. Padahal, ujar Fajar, Gunadarma mempunyai mahasiswa berkebutuhan khusus dan mahasisw…

Pelacur Asal Bangkok jadi Simpanan Pejabat

Gambar
PERTEMUAN yang berlangsung intens di satu tempat hiburan malam di tempatnya bekerja, mengubah ‘nasib’ perempuan asal negeri gajah, Thailand, ini. Padahal belum satu tahun wanita berusia 21 tahun tersebut bekerja menjadi ladies company (LC) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.Didatangkan melalui ‘agen’ , kini Lien, sepenuhnya di bawah pengawasan seorang pria yang akrab disapa Papi T.Namun sejak menjadi keepingan (simpanan) seorang oknum pejabat, aktivitas gadis berambut hitam panjang tersebut lebih banyak dihabiskan di apartemen di wilayah Kemayoran, Jakpus.Kehadiran Lien di tempat hiburan tersebut tergantung panggilan si oknum pejabat. “Jadi mesti ready, kapan dibutuhkan dia mesti siap menemaninya ,” sebut Papi T yang ikut mendampingi Lien saat ditemui Pos Kota.Menurut Papi T, Lien merupakan salah satu Pekerja Seks Komersial (PSK) impor asal negara asia yang ‘beruntung’. Sebab belakangan pasaran PSK yang berasal dari Asia semisal China, Vietnam dan Thailand mulai munurun ‘pasarannya…

KJP Pelaku Bullying di Thamrin City Dicabut

Gambar
ilustrasi bullying. Tempo/Indra FauziTEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto mengatakan,  Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk siswa-siswa yang terlibat di Thamrin City bakal dicabut. Sanksi ini diberikan sebagai hukuman meski keluarga korban dan pelaku sudah berdamai. "Sanksi tambahan nanti yang menerima Kartu Jakarta Pintar dicabut," kata Sopan saat ditemui di SMP Negeri 273, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Juli 2017. Pencabutan KJP, menurut Sopan, telah sesuai dengan Instruksi Gubernur nomor 16 tahun 2015. Dalam peraturan disebutkan mereka yang terlibat tawuran dan bullying akan dipecat dari sekolah. "Untuk kasus ini diterapkan aturan tersebut," ujarnya.Sopan mengatakan, kejadian ini menjadi momentum bersama untuk memantau kondisi pendidikan. Selain sekolah, orang tua dan masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab. "Apalagi peristiwa ini dilakukan setelah jam sekolah," katanya. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I…

Simpang Susun Semanggi Berfungsi Optimal Usai MRT Selesai

Gambar
GUBERNUR DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengakui Simpang Susun Semanggi tak sepenuhnya nanti bisa mengurai kemacetan Ibu Kota. Setidak-tidaknya, Simpang Susun Semanggi mulai berfungsi saat proyek mass rapid transit (MRT) selesai dibangun."Itu akan dinikmati betul, paling tidak ketika pembangunan MRT sudah selesai," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (17/7).Djarot mengatakan nantinya akan ada stasiun MRT yang dibangun di Bendungan Hilir dan di Blok M. Pembangunan dua stasiun dan Simpang Susun Semanggi diharapkan dapat menekan angka kemacetan di kawasan tersebut."Kalau sudah selesai semua, ini akan lancar. Kenapa harus saya sampaikan? Karena masyarakat kita suka berpikir instan. Belum berpikir untuk kepentingan jangka panjang," jelas dia.Hari ini, nama Simpang Susun Semanggi akan dibawa ke rapat pimpinan untuk diputuskan. Sejauh ini ada dua usulan nama, yakni Simpang Susun Semanggi dan Simpang Badja Semanggi."Tapi kalau saya pribadi…

Djarot Minta Pengendara Motor yang Gunakan Trotoar Ditertibkan

Gambar
Koalisi Pejalan Kaki lakukan aksi berbaring di trotoar demi mengingatkan kembali fungsi pedestarian ke pengendara nakal. -- Metro TVGUBERNUR DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta agar pengendara motor yang menggunakan trotoar ditertibkan. Hal ini ia instruksikan menyusul viralnya video Koalisi Pejalan Kaki dengan para tukang ojek di kawasan Kebon Sirih."Itu kan dia tidak tertib lalu lintas. Tertibkan yang naik motor itu. Itu sangat mengganggu dan membahayakan. pejalan kaki," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (17/7).Djarot bilang, selama ini DKI membangun trotoar bagi pejalan kaki, bukan pengendara motor. Penyerbotoan jalur trotoar hanya akan membahayakan para pejalan kaki yang menggunakan fasilitas tersebut."Itu membahayakan orang lain serta menunjukkan ego yang berlebihan dengan tidak memerhatikan orang lain terutama pejalan kaki. Kalau seperti itu yang kami bela ya pejalan kaki," terang dia.Dengan kejadian tersebut, Djarot mengimba…

Lawan Kompeni bukan cuma si Pitung

Gambar
'PITOENG Tertangkap'.Demikian judul berita pada harian Hindia-Olanda edisi 16 Oktober 1893 halaman 3 yang tersimpan rapi di rak-rak Perpustakaan Nasional (Perpusnas).Berdasarkan catatan Hindia-Olanda, sang jawara dari Rawa Belong, Jakarta Barat, itu dibekuk Hoofddjaksa (polisi Kolonial Belanda) di rumahnya di Kampoeng Soekaboemi (kini kawasan Rawa Belong) lantaran diduga melakukan perampokan di rumah Nyonya d. C. Kebon Djahe.Nama si Pitung kerap mewarnai halaman koran pada masa itu. Masih di Hindia-Olanda dalam edisi 16 Oktober 1893, muncul lagi berita 'Pitoeng tertangkap', kali ini di sebuah kuburan di Kampoeng Kota Bamboe.Meski sudah berkali-kali diberitakan tertangkap atau mati, Pitung muncul lagi, menjadi mimpi buruk bagi pemerintah Hindia Belanda.Dengan maen pukulan--seni bela diri khas Betawi--menjadi senjatanya, Pitung melawan aparat kolonial yang berupaya menangkapnya.Bak Robinhood dari tanah Betawi, Pitung merampas harta orang kaya nonpribumi untuk diberikan k…

Gunakan Sabu & Tembakau Gorila, 8 Orang Penghuni Kosan Ditahan

Gambar
ANTARA/Adeng BustomiSEBANYAK delapan orang positif kedapatan menggunakan narkoba saat dilakukan razia di tempat penginapan dan kos-kosan kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Narkotika jenis sabu dan tembakau gorila ditemukan sebagai barang bukti.Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, operasi narkoba tersebut dilakukan sepanjang Sabtu (15/7) malam. Seluruh pihak yang dicurigai wajib menjalani pemeriksaan tes bebas penyalahgunaan narkoba.Kegiatan ini dilakukan dengan menyisir lima titik lokasi yang telah dicurigai. Lokasi tersebut di antaranya Fontana, Tebet Suite, dan beberapa rumah penginapan tanpa nama."Ditemukan satu plastik ukuran sedang berisi tembakau gorila, satu timbangan elektrik, alat hisap sabu, satu paket sabu, tiga kemasan sabu habis pakai dan alumunium foil," papar Vivick dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/7).Selain jajaran anggota Polres Jaksel, oprasi ini juga melibatkan jajaran Badan Narkotika Nasional Kota (BN…

Polisi Amankan Kapal Pengangkut 1 Ton Sabu di Kepri

Gambar
ANTARA/Asep FathulrahmanKAPAL yang digunakan untuk mengangkut satu ton sabu dari China diamankan tim gabungan di perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (15/7). Satu nakhoda dan empat anak buah kapal (ABK) ditangkap.Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan, kapal bernama Wanderlust ditangkap setelah mendapat informasi dari tersangka yang sebelumnya ditangkap di Pantai Anyer, Serang, Banten, Kamis (13/7) lalu."Dari informasi itu kami koordinasi bekerjasama dengan Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam dan Polda Kepri," ujar Nico, Minggu (16/7).Kapal tersebut memiliki panjang 27,9 meter, lebar 6,45 meter dengan bobot tonase 134 MT. Kapal itu telah dibawa ke Pelabuhan Tanjung Uncang, Batam dan telah diberi garis polisi. Sementara untuk nakhoda dan ABK masih dilakukan pemeriksaan.Masuknya 1 ton sabu masuk ke Indonesia jadi koreksi besar bagi pengamanan perairan Tanah Air. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai hal ini sebagai indik…

Uji Beban Simpang Susun Semanggi, Djarot: Hasilnya, Bagus!

Gambar
JAKARTA (Pos Kota) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan uji beban statis dan dinamis pada proyek Simpang Susun Semanggi pada Kamis (13/7/2017).Uji dilakukan untuk mendapatkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sebagai syarat mutlak pengoperasian Simpang Susun Semanggi.Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyatakan uji beban statis dan dinamis tersebut terhadap Simpang Susun Semanggi mendapatkan hasil yang positif.“Informasi (hasil) yang kami dapatkan itu Bagus. Maka kita menunggu nanti SLF dari Kemen PU Pera,” ujar Djarot di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).Djarot menambahkan, meski nantinya telah mengantongi SLF, Simpang Susun Semanggi tetap akan dievaluasi terkait sarana dan prasana pendukung sebelum diresmikan pada 17 Agustus 2017 mendatang oleh Presiden Joko Widodo. Ornamen-ornamen dan pencahayaan, sebut Djarot akan dipasang untuk memperindah penampakan Simpang Susun Semanggi.” Kita menginginkan bukan h…

Pemda Bekasi Diminta Batasi Usia Angkot Lewat Perda

Gambar
BEKASI (Pos Kota) -Banyak angkutan umum di Kabupaten Bekasi kurang laik jalan. Untuk itu anggota DPRD Kabupaten Bekasi mendesak pemerintah daerah mengajukan rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai transportasi angkutan umum.Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Uryan Riana, mengatakan seharusnya pemerintah daerah mengawasi angkutan yang kurang laik jalan namun tetap beroperasi. Karena keselamatan penumpang angkutan umum juga menjadi tanggungjawab pemerintah.“Jadi seharusnya angkot-angkot yang sudah jadul itu ditarik, dan dishub memberikan batas usia produksinya, misalnya angkot yang diproduksi tahun 2010 ke bawah nggak boleh karena sudah tidak laik jalan,” katanya.Menurutnya, pengusaha angkutan umum seringkali tidak memperhatikan faktor keselamatan penumpang. Padahal, kendaraan umum tersebut membawa penumpang sehingga harus diperhatikan keselamatannya.Atas dasar itu, ia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajukan raperda mengenai transportasi sebagai payung hukum pe…

Ditangguhkan Penahanannya, Al Khaththath: Dikasih Sop Iga Bakar

Gambar
Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al-Khaththath. TEMPO/Imam SukamtoTEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengabulkan penangguhan penahanan Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath, Rabu sore. Pelaku dugaan makar tersebut langsung meninggalkan Polda Metro Jaya bersama istrinya, Kusrini Ambarwati.Al Khaththath mengaku, selama ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, dirinya diperlakukan dengan baik. "Bahkan tadi pagi dikasih sarapan, makan sop iga bakar," kata Al Khaththath, Rabu, 12 Juli 2017.Baca: Kuasa hukum Al Khaththath, Achmad Michdan, mengatakan dikabulkanannya permohonan ini merupakan bukti bahwa Sekjen FUI itu layak keluar dari tahanan. " Dengan adanya penangguhan penahanan ini merupakan satu bukti bahwa Polri telah memenuhi surat permohoanan yang kami ajukan," kata Michdan. Dalam kesempatan itu, selain istrinya, Kusrini, hadir pula sejumlah tim pengacara muslim, dan Ketua Parmusi Us…

Hujan Sebentar, Kompleks Dosen IKIP di Jatikramat Bekasi Banjir

Gambar
BEKASI (Pos Kota) – Hujan sebentar pada Minggu (9/7) malam menjadikan air sempat naik ke komplek Dosen IKIP Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.“Air sempat naik, tapi cepat juga surut,” kata Arif, warga.Warga di komplek perumahan yang berada di sisi kali Sunter ini juga sempat bersiaga jika air bakal naik. Mereka melakukan ronda di sejumlah pos yang ada.Hal ini dilakukan karena seringkali hujan menjadikan komplek terendam. Warga mengharapkan pembenahan tanggul sehingga kekhawatiran warga bisa teratasi saat musim hujan.H Bahrudin, Lurah Jatikramat, mengatakan genangan hanya beberapa saat terjadi dan itupun tidak terlalu tinggi. “Kami sudah memantau dan Pak RW mengabarkan demikian,” katanya.Hingga Senin (10/7/2017) pagi, genangan sudah tidak ditemui. Posisi air di saluran pun juga tidak terlalu tinggi dari ketinggian turap.“Kami terus memantau meski saat ini hujan juga baru sesekali” kata Bahrudin.(chotim/sir) taken from http://poskotanews.com/2017/07/10/hujan-sebentar-komplek…

Kawasan Taman Sari Jadi Primadona Pajak

Gambar
MI/ARYA MANGGALAKAWASAN hiburan Taman Sari, Jakarta Barat, menjadi pendulang pajak terbesar di sektor wisata di Jakarta. Jumlahnya tak main-main, mencapai Rp350 miliar pada 2016. Kepala Satuan Pelaksana Penyuluhan Unit Pelayanan Layanan Informasi Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI, Tri Widiati, menjelaskan sejauh ini pajak pariwisata memang menjadi salah satu primadona pendulang pajak di DKI Jakarta. Penerimaan pajak dari sektor pariwisata pada 2016 terdiri atas pajak hotel Rp1,499 triliun, restoran Rp2,453 triliun, dan tempat hiburan sebesar Rp769,540 juta."Total pajak DKI sebesar Rp31,6 triliun di 2016. Pajak yang diperoleh dari sektor pariwisata DKI masih menduduki peringkat ketiga yakni sebesar Rp4,7 triliun," kata Tri. Camat Taman Sari Firman Ibrahim mengatakan pajak di sektor swasta yang dihimpun dari Kecamatan Taman Sari pada 2016 mencapai Rp350 miliar lebih. "Tahun ini saja, sampai Mei lalu, pajak yang dapat dihimpun dari wilayah Kecamatan Taman Sari sudah men…

Dua Tahun Lebih, Ini Hasil Penyelidikan Kematian Akseyna di UI

Gambar
Akseyna Ahad Dori. IstimewaTEMPO.CO, Depok - Lebih dari dua tahun, kasus kematian Akseyna Ahad Dori, mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia masih terus diselidiki Kepolisian Daerah Metro Jaya.Saat bulan puasa Juni 2017 lalu, Kepolisian mengirim tim ke Yogyakarta untuk menemui keluarga Ace, sapaan Akseyna. " kami menemui keluarga Askeyna di Yogyakarta, untuk mencari keterangan tambahan," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Teguh Nugroho, Sabtu 8 Juli 2017.Menurut Teguh keterangan tambahan tersebut, diharapkan bisa membantu proses penyelidikan kematian Ace. "Bulan lalu saya minta warga sipil mendatangi keluarganya, untuk menggali keterangan," ucapnya. Namun Teguh enggan berbicara banyak mengenai informasi tambahan yang didapatkannya.Pengungkapan kasus kematian Ace ini karena lokasi penemuan mayat tidak steril dan sudah didatangi banyak warga yang penasaran ingin melihat j…