Skandal Telur Tercemar Meluas

Peternak membuang telur setelah otoritas keamanan pangan Belanda menyoroti kontaminasi telur oleh fi pronil di peternakan unggas di Onstwedde, Belanda, Kamis (3/8). AFP/ANP/PATRICK HUISMAN/NETHERLANDS OUT

HAMPIR 250 ribu telur yang terkontaminasi insektisida telah dijual di Prancis sejak April. Namun, Paris mengklaim risiko bagi konsumen 'sangat rendah'. Gelombang pertama dari 196 ribu telur yang diimpor dari Belgia didistribusikan antara 16 April dan 2 Mei, dan diikuti gelombang kedua 48 ribu telur Belanda yang dijual ritel Leader Price antara 19 dan 28 Juli. "Risiko kesehatan pada manusia sangat rendah, mengacu pada level fipronil yang terdeteksi pada telur yang terkontaminasi, tapi juga mengingat kebiasaan konsumsi makanan Prancis," ungkap Menteri Pertanian Prancis Stephane Travert.

Fipronil ialah bahan kimia yang digunakan untuk menyingkirkan kutu, hama, dan kutu rambut dari peternakan tetapi dilarang Uni Eropa untuk digunakan dalam industri makanan. Sedikitnya 11 negara di Eropa telah menemukan telur terkontaminasi fipronil sejak ketakutan muncul pada 1 Agustus. Jutaan telur dan produk berbasis telur telah dimusnahkan atau ditarik dari rak supermarket. Episode ini juga mengarahkan jari telunjuk di antara negara-negara Eropa mengenai pihak yang harus disalahkan dan kemungkinan ada pihak yang menutupinya.

Denmark ialah yang terakhir mengatakan sebagai pihak yang telah terpengaruh masalah ini. Mereka mengumumkan 20 ton telur terkontaminasi yang diimpor dari pemasok Belgia telah dijual di sana. Namun, ada beberapa hal yang menarik di antara negara-negara Eropa dalam merespons masalah ini. Belgia awal pekan ini menuduh Belanda mengetahui soal telur fipronil sejak November 2016 dan gagal memberi tahu negara lain.

Tuduhan itu ditolak Belanda. Namun, Belgia telah ditekan untuk mengakui mereka mengetahui fipronil dalam telur pada Juni, tetapi merahasiakannya selama hampir dua bulan karena penyelidikan pidana. Penyelidik Belanda dan Belgia secara terkoordinasi menggerebek beberapa tempat pada Kamis (10/8) lalu, menahan dua orang di sebuah perusahaan Belanda yang dipercaya menjadi pusat krisis ini.

Jerman menyerukan penindakan atas aktivitas-aktivitas 'kriminal'. Uni Eropa akan mengadakan pertemuan darurat menteri untuk menangani situasi tersebut. "Negara-negara Uni Eropa yang terkena dampak ialah Belgia, Belanda, Jerman, Prancis, Swedia, Inggris, Austria, Irlandia, Italia, Luksemburg, Polandia, Rumania, Slowakia, Slovenia, dan Denmark, bersama dengan negera non-UE Swiss, dan Hong Kong," kata juru bicara Komisi Uni Eropa bidang Perdagangan dan Pertanian Daniel Rosario.

Komisi Eropa mengatakan pertemuan darurat itu dijadwalkan pada 26 September. Komisi Eropa juga melaporkan telur terkontaminasi itu juga mulai menyebar ke Asia. Hong Kong menjadi wilayah pertama Asia yang diketahui menerima telur terkonaminasi dari Belanda.

taken from http://mediaindonesia.com/news/read/117251/skandal-telur-tercemar-meluas/2017-08-12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini