Harteknas, Tonggak Indonesia Harus Tingkatkan Daya Saing

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menghadiri sekaligus membuka puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/8).

Hakteknas digelar Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai ajang tahunan untuk memperingati tonggak sejarah kebangkitan teknologi di Indonesia. Harteknas awalnya berupa penerbangan perdana pesawat terbang N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung, Jawa Barat.

Pada puncak peringatan di Makassar, Kalla didampingi Menteri Ristekdikti M Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Kegiatan ini diikuti tokoh pendidikan dan riset teknologi dari seluruh Indonesia.

“Setelah 21 tahun, ini untuk pertama kalinya puncak peringatan Hakteknas dipusatkan di luar Jawa,” kata Menteri Nasir saat sambutan di hadapan Wapres, sembari menyebutkan tahun depan peringatan digelar di Riau.

Nasir mengungkapkan sejumlah alasan memilih Makassar sebagai pusat peringatan Hakteknas tahun ini. Pertimbangannya antara lain Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia, pelabuhan terpadat, pelabuhan rakyat perikanan terbesar, serta dinamika pembangunan pesisir yang tinggi.

Selain itu Sulsel dengan struktur ekonominya masih membutuhkan teknologi baru bagi penciptaan nilai tambah di kegiatan industri.

Nasir mengatakan, Hakteknas sebagai ajang apresiasi keberhasilan anak bangsa di bidang teknologi. Peringatan tahun telah ini dirangkaikan dengan penerapan sejumlah hasil riset di berbagai bidang. Antara lain bakti teknologi berupa penanaman serta panen serentak padi unggulan di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Sebelumnya, Kemristekdikti juga menginisiasi pembuatan kapal nelayan dengan pelat datar, menyerahkan konverter kit bahan bakar gas bagi nelayan, serta beragam kegiatan penyemarak seperti jalan santai dengan tiga ribu peserta.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla menyebutkan, ilmu pengetahuan sebagai satu dari tiga kebutuhan mutlak bagi kemajuan bangsa. Hal lain yang tak kalah penting adalah semangat dan prinsip kedamaian. Jika masing-masing kebutuhan dipenuhi, Indonesia diyakini mampu bangkit dan bersaing dengan negara maju lainnya.

“Kita hadir di sini untuk memperbarui semangat kita, yang selalu ingin maju. Bukan hanya datang untuk merayakan apa yang telah didapatkan di masa lalu, tapi juga memperbaiki kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masa depan,” kata Kalla.

Sebelumnya, Kalla mengatakan, Indonesia punya 260 juta penduduk yang butuh banyak kebutuhan dasar. Untuk memenuhinya, tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam. Teknologi dibutuhkan untuk menghadirkan nilai tambah produk.

Sementara itu, Puan Maharani menegaskan, adanya Hakteknas di Makassar menunjukkan, jika teknologi atau inovasi, tidak hanya di Jawa, tapi menyeluruh di seluruh Indonesia. Ia pun menyebutkan bahwa teknologi itu harus bermanfaat.

"Tapi, tidak hanya melulu penelitian atau inovasi saja, harus juga meningkatkan daya saing, melihat potensi sumber daya yang ada cukup besar, sehingga bisa bersaing dengan negara lain," pungkasnya. (OL-6)

taken from http://mediaindonesia.com/news/read/117010/harteknas-tonggak-indonesia-harus-tingkatkan-daya-saing/2017-08-10

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini