Tidak Hanya Korban, KPAI Juga Minta Pelaku Bully Mendapat Terapi

Ilustrasi Bullying (Foto:Hufguf)

Arah - Keprihatinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap kasus bully yang ramai dibicarakan saat ini, tidak hanya mengkhawatirkan kondisi korban bully.

Seto Mulyadi selaku ketua KPAI juga turut menyinggung perlunya pengobatan atau treatment kepada pelaku bully meski nantinya pelaku dijert oleh sanksi pidana.

"Perlu treatment juga. Kalau misal harus diberikan sanksi pidana itu tidak dilepas saja, tapi ada treatment," ujar Seto saat dihubungi arah.com, Senin (17/7).

Perlunya pengobatan kepada pelaku aadalah agar pelaku bully tidak mengulangi perbuatannya kelak. Kak Seto, sapaan akrabnya menilai pemidanaan terhadap pelaku bully adalah untuk menekan perilaku agresif dari pelaku.

"Ada teknik-teknik (pengobatan) seperti itu, bahwa tindakan itu (bully) tidak dibenarkan dalam lingkungan sosial masyarakat dan harus berani berubah. Tujuan pemidanaan atau pemasyarakatan itu kan tujuannya unuk menterapi, untuk memulihkan, bukan untuk balas dendam 'Nah rasain lo dipenjara'. Artinya dia tidak akan bisa agresif lagi nantinya," pungkas Kak Seto.

Aksi bully terjadi pada salah seorang siswi SMP dalam sebuah video yang menjadi viral di media sosial pada Minggu (16/7).

Aksi ini juga terlihat dilakukan oleh anak-anak. Dari infromasi yang beredar, aksi bully ini bahkan dilakukan di pusat perbelanjaan Thamrin City.

Mirisnya lagi, aksi bully ini juga melibatkan anak sekolah dasar. Bahkan, semua orang yang melihat dan memvideokan juga masih anak-anak.

Video Trending Pilihan Redaksi:

[embedded content]

taken from http:https://www.arah.com/article/36882/tidak-hanya-korban-kpai-juga-minta-pelaku-bully-mendapat-terapi.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini