Oposisi Venezuela Gelar Referendum

CARACAS (HN) - Ribuan rakyat Venezuela menggunakan hak pilih, Minggu (16/7), dalam pemungutan suara simbolik yang digelar oposisi untuk menentang rencana pemerintahan Presiden Nicolas Maduro merevisi konstitusi. Pemerintah menstempel referendum tersebut sebagai langkah politik ilegal.

‘'Kami keluar memilih untuk menunjukkan ketidakpuasan kepada pemerintah,'' kata Tibisay Mendez (49), seorang pemilih pada referendum yang digalang oposisi kemarin.

Oposisi meyakini menjaring banyak suara pemilih. Pada referendum ini, pemilih ditanya apakah mereka menolak rencana Maduro menciptakan Majelis Nasional untuk merevisi konstitusi serta setuju pemilihan umum dipercepat.

Julio Borges, pemimpin oposisi yang mengontrol parlemen, menyebut referendum tersebut merupakan ‘'peperangan untuk mengembalikan demokrasi di Venezuela.''

Oposisi dan relawan pemungutan suara membuka sekitar 14.300 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Venezuela. Dengan pakaian serbaputih, panitia mengawal pemungutan suara yang berlangsung pukul 07.00 hingga 16.00 waktu setempat. Oposisi menargetkan sekitar 62 persen atau 11 juta warga berpartisipasi dalam referendum. Jumlah ini belum mencakup warga Venezuela di luar negeri.

Oposisi berharap, hasil referendum bisa menekan Presiden Maduro untuk mundur sebelum 2019. Mundurnya Maduro dianggap sebagai jawaban pertama krisis ekonomi yang menimpa Venezuela.

Komisi Pemilu Nasional berpihak kepada Maduro dan tidak mengesahkan pemungutan suara oleh oposisi itu. Guna mengalihkan perhatian publik, pemerintah kemarin menggelar simulasi pemungutan suara yang diagendakan pada 30 Juli terkait persetujuan untuk revisi konstitusi. Revisi diajukan Maduro sebagai solusi mengakhiri aksi-aksi protes jalanan diwarnai kekerasan sejak 1 April lalu yang telah menelan hampir 100 nyawa.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, jalan damai justru semakin jauh dengan digelarnya referendum. Hal serupa dikatakan persatuan Gereja Katholik Venezuela yang menginginkan perdamaian untuk menyelesaikan krisis.


Reportase : AFP | ROSMHA WIDIYANI Editor : Admin taken from http://www.harnas.co/2017/07/17/oposisi-venezuela-gelar-referendum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini