Kesal Anaknya Tak Masuk Sekolah Negeri, Edward Buka Pos Pengaduan dan Akan Gugat Wali Kota

Laporan Wartawan Tribun Medan, Hendrik Naipospos

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Edward Pakpahan, orangtua calon siswa SMP Negeri 2 Medan berencana melaporkan Kepala SMP Negeri 2 berserta Kepala Dinas Pendidikan dan Wali Kota Medan ke Pengadilan Negeri.

Hal ini ia lakukan lantaran kesal anaknya tak diterima sebagai siswa baru di SMP Negeri 2 Medan tahun ajaran 2017/2018.

Ia mengklaim anaknya memiliki nilai di atas nilai rata-rata siswa yang diterima SMP Negeri 2.

Anak Edward tak lolos dikarenakan ketentuan zonasi yang diatur dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 tahun 2017.

"Peraturan zonasi masih baru, banyak masyarakat tak paham, termasuk saya. Seharusnya berkas anak saya tak diterima oleh panitia. Ini malah sebaliknya, anak saya diberikan nomor pendaftaran tanpa ada penjelasan zonasi. Dinas Pendidikan dan pihak sekolah tak profesional," ucap Edward kepada Tribun-medan.com, Minggu (16/7/2017).

Edward menjelaskan bahwa ia tak sendiri, ada belasan siswa yang akan melaporkan kasus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri 2 Medan.

Pihaknya juga membuka posko pengaduan. Posko ini sebutnya tak sebatas orangtua calon siswa SMP Negeri 2, orangtua dari seluruh sekolah dapat bergabung dengan Edward.

Ditargetkan tujuh hari kedepan pengaduan sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri.

"Sudah ada 15 orangtua yang bergabung sama saya. Bagi orangtua lainnya yang bernasib sama bisa SMS atau whatsapp ke 081376719936," pungkasnya.(*)

taken from http://medan.tribunnews.com/2017/07/16/kesal-anaknya-tak-masuk-sekolah-negeri-edward-buka-pos-pengaduan-dan-akan-gugat-wali-kota

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini