Gubernur Jateng Didesak Sikapi Taksi Pelat Hitam

Sopir taksi di Solo menyatakan menolak taksi pelat hitam berbasis daring -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Ratusan pengemudi taksi di Solo mendesak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertindak tegas menyikapi taksi pelat hitam berbasis aplikasi daring. Bahkan, mereka tak segan-segan menyurati pemerintah pusat jika gubernur tidak serius menanggapi.

"Karena regulasi mengenai pengaturan taksi, termasuk kuota, ada di tangan pemerintah provinsi," kata Ketua Pengawas Kosti Solo Tri Teguh di Solo, Jawa Tengah, Selasa 11 Juli 2017.

Tri yang juga tim negosiator aksi mengaku, telah menyurati Gubernur Jateng sejak 2 Juni 2017. Ia dan pengemudi taksi di Solo juga meminta adanya audiensi dengan Pemerintah Provinsi Jateng.

"Namun, hingga saat ini belum ada jawaban dari gubernur. Kami tak segan akan membawa aspirasi ini ke Jakarta jika tak ditanggapi," tegasnya.


Ratusan sopir taksi di Solo melakukan aksi di Bundaran Gladag, Solo, Jateng -- MTVN/Pythag Kurniati

Protes ratusan sopir ditujukan pula pada Pemerintah Kota Solo. Sebab, ada pasal penindakan taksi pelat hitam berbasis daring yang dinilai bias dan tidak menyebabkan jera.

"Ada memang yang sudah kedapatan dan tertangkap, setelah itu hanya didenda saja. Denda pun dibayar oleh perusahaan taksi online yang bersangkutan," lanjut Tri.

Tri menjelaskan, ratusan pengemudi menyatakan menolak keberadaan taksi pelat hitam berbasis daring. "Hasil pantauan kami, ada sekitar 300 kendaraan pelat hitam bergabung dengan Uber. Mereka ini tidak memberi kontribusi apa pun bagi pemerintah serta terang-terangan merugikan kami," jelas dia.

Ia melanjutkan, keberadaan taksi pelat hitam berbasis daring membuat pendapatan taksi berkurang hingga lebih dari 50 persen. "Dulu satu hari kami bisa mendapatkan Rp150 ribu. Sekarang, sehari paling hanya Rp50 ribu saja," pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 700 pengemudi taksi yang tergabung dalam Barisan Anti Angkutan Ilegal Solo Raya (Bantai Solo Raya) mogok kerja. Mereka menolak keberadaan taksi pelat hitam berbasis aplikasi daring.

Ratusan pengemudi taksi secara bergantian menyampaikan orasi di Bundaran Gladag. Setelah aksi di Bundaran Gladag, massa aksi rencananya bergeser ke Balai Kota Solo dan Kantor DPRD Kota Solo.

(NIN)

taken from http://jateng.metrotvnews.com/peristiwa/ObzWzrZk-gubernur-jateng-didesak-sikapi-taksi-pelat-hitam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini