Cerita Tentara Jepang Hidup di Hutan Selama 30 Tahun

Hiroo Onoda saat keluar dari hutan di Filipina (Sky News)

Arah -  Kamu pernah nonton film Rambo? Di film yang dibintangi Sylvester Stallone itu, diceritakan perjuangan seorang tentara Amerika Serikat yang hidup bertahun-tahun di dalam hutan belantara.

Tapi, itu hanya di film. Cerita yang dikarang manusia.

Namun, ternyata kisah itu terjadi di dunia nyata. Kejadian itu bukan dirasakan oleh tentara AS, tapi Jepang.

Diketahui tentara asal Jepang yang tugas di Perang Dunia II terus bersembunyi di dalam hutan Filipina, selama lebih dari 30 tahun, dilansir Sky News, Sabtu (7/7).

Dia menolak keluar dari hutan, karena tidak percaya Perang Dunia II telah usai.

Tentara bernama Hiroo Onoda itu baru mau keluar dari hutan yang dihuni sejak tahun 1944 lalu itu, setelah mantan komandannya yang menjelaskan Perang Dunia II telah berakhir. Mirip dengan kisah Rambo ya.

Onoda adalah perwira tentara yang punya tugas mencari informasi dan dilatih untuk melakukan gerilya. Ia dikirim oleh Jepang ke Pulau Lubang di Filipina pada tahun 1944 lalu.

Oleh komandannya, Onoda diperintahkan untuk tidak pernah menyerah, rela bunuh diri untuk menyelamatkan informasi, dan harus terus bertahan di dalam hutan sampai bala bantuan datang.

Onoda bersama tiga temannnya terus mematuhi perintah tersebut, walau Jepang telah dipukuk mundur pada Perang Dunia II di tahun 1945.

Diketahuinya keberadaan Onoda terjadi pada tahun 1972. Dia bersama dua temannya terlibat insiden tembak-menembak dengan tentara Filipina. Dua temannya tewas dan Onoda berhasil melarikan diri.

Insiden itu mengejutkan Jepang. Sontak pemerintah Jepang mengirim perwakilannya ke Filipina untuk menjemput Onoda untuk pulang ke Jepang, dan menjelaskan padanya bahwa Perang Dunia II telah usai.

Tentara berkomitmen tinggi

Dalam pernyataan persnya setelah kembali ke Jepang, Onoda mengatakan bahwa tindakannya hidup selama 30 tahun di hutan bukan tindakan yang membuang-buang waktu.

"Tanpa pengalaman seperti itu, mungkin saya tidak bisa hidup sampai saat ini," kata Onoda pada media.

Setelah kembali ke Jepang pada tahun 1975, Onoda harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tak lama kemudian, ia pergi ke Brazil untuk membangun peternakan sapi.

Namun, tentara berkomitmen tinggi itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 17 Januari 2014 lalu di usia 91 tahun.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

taken from http:https://www.arah.com/article/36390/cerita-tentara-jepang-hidup-di-hutan-selama-30-tahun.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini