Anggota DPRD Medan Kritisi Permendikbud 17/2017

MEDAN, WOL – Anggota Komisi B DPRD Medan, Surianto SH, meminta pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merivisi Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau juga bentuk lainnya sederajat dalam hal rombongan belajar (rombel) per kelas.

Menurutnya, penentuan jumlah siswa dalam satu rombel jika tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang cukup, sama saja pemerintah pusat memaksakan kehendak tanpa memikirkan kondisi yang ada di masing-masing daerah.

“Di sekolah swasta saja satu rombel bisa mencapai 40 orang siswa. Sementara di sekolah negeri maksimal 32 siswa. Dan jumlah itu dianggap cukup padat dalam satu lokal. Seharusnya fasilitasnya (ruang kelasnya, red) dulu di tambah, baru penerapan kebijakan ini diberlakukan,” ucapnya, Minggu (16/7).

Masih terkait Permendikbud Nomor 17 tahun 2017, mantan Ketua Komisi B ini menganggap kebijakan tersebut belum sepenuhnya mengakomodir siswa berprestasi yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Sebab, tidak sedikit siswa dari daerah lain tertarik dengan sekolah favorit yang ada di Kota Medan.

“Quota bina lingkungan seharusnya di tambah. Jadi siswa yang berprestasi tapi tidak mampu secara ekonomi dapat bersekolah di sekolah favorit mereka. Dinas Pendidikan bisa menyurati kementerian soal penambahan ini. Kami akan mendukung kebijakan itu,” ujarnya.

Lebih lanjut Surianto menjelaskan, saat ini memang sudah ada zonasi untuk bina lingkungan. Namun faktanya jumlah tersebut hanya sedikit dan lebih didominasi kualifikasi Nilai Ebtanas Murni (NEM). Sehingga siswa dari daerah lain jika NEM mereka cukup untuk masuk ke sekolah yang dituju, akan dengan mudah di terima.

“Kita berharap ini menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Provinsi bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” harapnya.

Untuk diketahui dalam rangka untuk menyambut Tahun Pelajaran baru 2017/2018, Kemendikbud telah menerbitkan sebuah Peraturan yang bernama Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 yang membahas tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau juga bentuk lain yang sederajat.

Salah satu hal utama yang diatur dan dibahas dalam Permendikbud tersebut ialah mengenai jumlah peserta didik di dalam satu rombongan belajar (rombel) dan juga jumlah rombel pada setiap sekolah.

Sesuai dengan pasal 24 Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017, jumlah peserta didik di dalam satu rombel ketentuannya adalah sebagai berikut; jenjang pendidikan SD 20-28 peserta didik atau paling sedikit 6 rombel dan maksimal 24 rombel dengan catatan setiap tingkatan 4 rombel. Jenjang pendidikan SMP 20-32 peserta didik atau paling sedikit 3 rombel dan maksimal 33 rombel dengan catatan setiap tingkatan 11 rombel.

Jenjang pendidikan SMA 20-36 peserta didik atau paling sedikit 3 rombel dan maksimal 36 rombel dengan catatan setiap tingkatan 12 rombel. Jenjang pendidikan SMK 15-36 peserta didik atau paling sedikit ialah 3 rombel dan maksimal 72 rombel dengan catatan setiap tingkat 24 rombel. (wol/mrz)

Editor: Agus Utama

taken from http://waspada.co.id/medan/anggota-dprd-medan-kritisi-permendikbud-172017/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja