Terduga Teroris Bima Rencanakan Serang Polsek Woha

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan dua terduga teroris yang ditangkap di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana menyerang Polsek Woha.

Dua yang ditangkap Densus 88 Antiteror itu adalah Knw (21) dan Hdy (22) pada Jumat 16 Juni 2017.

"Kita ketahui di Bima ada beberapa kali kejadian beberapa tahun belakangan ada anggota polisi yang meninggal dan ditembak," kata Tito di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Lebih lanjut, Tito menjelaskan, alasan terduga teroris ini menyasar polisi sebagai target. Sebab, mereka berasal dari sel terorisme ISIS yang ada di Indonesia yakni Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Aman Abudurrahman yang menerapkan ideologi takfiri.

"Ideologi ini yang berdasarkan prinsip tauhid berbeda dengan Al Qaeda. ISIS ini takfiri yaitu apa pun yang bukan berasal dari Tuhan dianggap haram. Kalau manusia bukan kelompok mereka termasuk Muslim juga boleh dibunuh," jelas Tito.

Tito menambahkan salah satu konsep ideologi takfiri yang diterapkan JAD adalah kafir harbi dan kafor dzimi. Kafir harbi adalah kelompok yang dianggap mereka agresif menyerang sehingga wajib diperangi. Sedangkan kafir dzimi adalah kelompok yang tidak menyerang mereka, namun harus membayar pajak jika nanti mereka menguasai negara.

"Itulah sebabnya penangkapan yang dilakukan terutama banyak oleh Densus 88 mereka membalas, tapi membalasnya karena nyari densus susah karena mobile yang gampang ya anggota di lapangan seperti di Tuban anggota lalu lintas," tukas Tito.

taken from http://news.okezone.com/read/2017/06/19/340/1719596/terduga-teroris-bima-rencanakan-serang-polsek-woha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini