Soal SMS Ketum, Perindo Sumsel: Itu Ketakutan Politik dari Lawan Hary Tanoe

JAKARTA – Wakil Ketua DPW Perindo Sumatera Selatan Yusmaheri berpendapat, ada ketakutan politik di balik laporan Jaksa Yulianto atas pesan singkat yang dikirim Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Hary Tanoe sebelumnya diduga melakukan ancaman kepada Jaksa Yulianto dan dijerat Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Kasus Pak HT sebenarnya itu hanya permasalahan ketakutan politik dari beberapa lawan Pak HT. Jadi kalau masalah SMS sebenarnya tidak ada unsur pidana," kata Yusmaheri kepada Okezone, Sabtu (1/7/2017).

Yusmaheri melanjutkan, hal yang disampaikan Hary Tanoe dalam pesan singkatnya merupakan hal biasa dalam pernyataan seorang politisi. Hal tersebut bisa pula diartikan sebagai komitmen Hary Tanoe atas penegakan hukum di Indonesia.

"Itu sudah biasa yang kayak gitu, orang berpolitik bila berkampanye kayak gitu juga, 'nanti kalau saya jadi pemimpin, jadi pejabat saya akan bersihkan seluruh pejabat dan oknum koruptor', itu sudah biasa," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Hary Tanoe ditetapkan tersangka dalam kasus ini berdasarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 15 Juni 2017. Rencananya Hary Tanoe akan diperiksa Mabes Polri pekan depan. Namun pihaknya juga tengah menyiapkan gugatan praperadilan.

"Jadi itu hanya muatan politik , lagipula Pak HT kan ingin mensejahterakan Indonesia. Itu adalah komitmen Pak HT yang selaras dengan tujuan Pancasila," pungkas Yusmaheri.

taken from http://news.okezone.com/read/2017/07/01/337/1726438/soal-sms-ketum-perindo-sumsel-itu-ketakutan-politik-dari-lawan-hary-tanoe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini