Satu Anggota TNI Ditikan dan Satu Pemuda Tewas Diseruduk Mobil di Kemayoran

AKSI kelompok pemuda bersepeda motor menggunakan senjata tajam, di Kemayoran, Jakarta Pusat berbuntut panjang. Sebelum insiden pengemudi mobil Toyota Ayla menyeruduk sekelompok pemuda yang sedang tawuran hinga satu diantaranya tewas, seorang anggota TNI ditikam.

Sebelum aksi penyerudukan mobil yang terjadi pada Minggu (18/6) sekitar pukul 03.00 di seberang aparteen Grand Palace, anggota TNI, Ananda Puji Santoso, 22, ditikam perut bagian kiri oleh sekelompok pemuda bermotor menggunakan sebilah celurit di belakang patung ondel-ondel Kemayoran Jakarta Pusat, Sabtu (17/6) sekitar pukul 23.30

Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Suyudi Ario Seto menjelaskan, awalnya Ananda bersama lima rekannya duduk duduk sambil minum kopi di belakang patung ondel ondel.

Tak lama kemudian, datang sekelompok pemuda bersepeda motor sekitar 15 orang berteriak teriak dengan kata-kata kasar. Ananda kemudian menghampiri mereka menanyakan apa maksud mereka berteriak teriak kasar.

Saat Ananda menegur mereka, dua di antara mereka mengacungkan clurit. Ananda pun kabur. Pemuda itu mengejar dan menusuk pinggang kiri Ananda menggunakan clurit. Ia jatuh di depan rekannya, anggota TNI Kolinlamil Tanjung Priok, Muhammad Zaenudin Nagara, 25

Zaenudin bersama Kanit Intel Polsek Kemayoran, Ajun Komisaris Ninggor Gultom, membawa korban ke RS Hermina, Kemayoran. Sementara itu para pemuda bersepeda motor tadi kabur ke Jalan Haji Jiung.

Tak berapa lama sekelompok orang yang sedang duduk di seberang Apartemen Grand Palace menyerang sekawanan pemuda di area Gang Laler.

Saat terjadi tawuran, satu mobil Daihatsu Ayla warna putih meluncur melawan arah. Sebelum menghampiri tawuran dengan kecepatan tinggi, mobil sempat berputar putar di bundaran patung ondel ondel.

Mobil kemudian menabrak para pemuda yang sedang tawuran. Pengemudinya kemudian keluar melepas tembakan ke atas membubarkan tawuran. Setelah itu pengemudi dan mobilnya kabur ke arah Ancol.

"Dua orang jadi korban ditabrak mobil Daihatsu. Mereka adalah Andrian Dwi Nanda, 18. Ia meninggal setelah kepalanya luka parah ditabrak mobil dan dikeroyok. Seorang lagi, Abdul Qosim, 32, luka berat," jelas Suyudi, Minggu (18/6).

Kedua korban dibawa ke RS Hermina dan RS Mitra Kemayoran. Polisi belum memastikan siapa pengendara mobil tersebut.

Sampai berita ini ditulis, Komandan Kodim 0501/BS-Jakarta Pusat dan Kapolres Jakarta Pusat sedang meminta keterangan lima anggota TNI di kantor Polres Jakpus.

"Saat ini kami sedang menyelidiki kasusnua bersama Kodim 0501-BS-Jakpus, POM TNI, dan Garnisun," tutur Suyudi (OL-6)

taken from http://mediaindonesia.com/news/read/109657/satu-anggota-tni-ditikan-dan-satu-pemuda-tewas-diseruduk-mobil-di-kemayoran/2017-06-18

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini