Rencana Sekolah 5 Hari Perlu Dipertimbangkan dengan Matang

JAKARTA - Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) menolak rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang akan memperpanjangan jam belajar bagi sekolah dasar dan menengah (full day school).

Ketua PP LP Ma’arif NU, Arifin Junaidi menggatakan, gagasan full day school harus didahului dengan kajian yang matang dan utuh. Sebab masih ada satuan pendidikan yang masih di bawah standar dan sekolah ramah anak yang belum berjalan dengan baik. Jika kondisinya demikian, maka gagasan tersebut tidak akan berjalan efektif.

Selain itu, sambungnya, pada Kurikulum 2013 telah mengedepankan nilai-nilai pendidikan karakter yang terintegrasi dalam semua mata pelajaran. Mestinya kurikulum 2013 ini yang dikembangkan dalam penguatan karakter peserta didik, bukan penambahan jam belajar.

"Kurikulum 2013 tidak menganut dikotomi antara ilmu dan akhlak. Semua bidang ilmu yang diajarkan dari pagi hingga jam pulang sekolah dengan bobot nilai agama yang dikedepankan terlebih dahulu. Kalau ini didukung dan dimaksimalkan jauh lebih memberi nilai positif ketimbang full day school," tutur Arifin dalam keterangan yang diterima Okezone, Senin (12/6/2017).

Sebagaimana diketahui, LP Ma’arif NU sebagai departementasi bidang pendidikan di Nahdlatul Ulama memiliki 12.780 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia.

taken from http://news.okezone.com/read/2017/06/12/65/1713653/rencana-sekolah-5-hari-perlu-dipertimbangkan-dengan-matang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja