Proyek Belum Selesai, Penerangan Tol Palindra Terpaksa Pakai Genset

PALEMBANG - Meski pengerjaan belum selesai penuh, namun jalan tol Palembang-Indralaya sudah diizinkan untuk dilintasi kendaraan hari ini.

Bahkan, PT Hutama Karya selaku kontraktor tol Palindra terpaksa menyediakan genset untuk sumber listrik lampu penerangan. Hal ini diutarakan Manajer Proyek Palindra PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo, saat menggelar persiapan tol Palindra, kemarin.

BERITA REKOMENDASI

Menurutnya, PT HK menyediakan sejumlah genset yang dijadikan sumber listrik bagi penerangan jalan. Hal tersebut dikarenakan pasokan listrik dari PLN WS2JB belum mengalir ke jalan tol Palindra.

“Sebenarnya PT HK inginnya listrik PLN sudah masuk sebelum Lebaran. Namun karena belum, sementara minggu de pan sudah dibuka bagi pemudik, maka kita gunakan genset dahulu,” ujarnya di hadapan wartawan.

Ia pun memastikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan PLN mengenai kesiapan masuknya aliran listrik bagi penerangan jalan tol Palindra.

“Tol Palindra bisa dilalui 24 jam. Saat malam tentu membutuh kan penerangan jalan, jadinya kita sediakan genset sembari menunggu listrik dari PLN masuk,” tambah Hasan.

Meski menggunakan genset, dia menambahkan ketersediaan listrik bagi tol Palindra seksi I sepanjang 7 kilometer masih bisa dipenuhi. Tahun ini, pemudik yang melintasi rute Palembang-Indralaya sudah bisa melalui tol Palindra seksi I, yakni mulai dari jalan Lingkar Selatan Palembang, Jakabaring, hingga pintu gerbang Desa Pemulutan.

“Persiapan genset, ambulans dan alat berat masih ditempatkan di lokasi jalan tol Palindra,” katanya.

Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT Hutama Karya, Rizal Sutjipto mengungkapkan, progres konstruksi jalan tol Trans Sumatra, di antaranya ruas Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Bakauheni-Terbanggi Besar sudah mendekati proses finishing.

Untuk Palembang-Indralaya sesi I, progresnya mencapai 88,755% dengan rincian main road sudah 98% dan akses sudah 87,845%.

“Sudah bisa dilalui pemudik besok (hari ini), namun belum diperbolehkan pemudik kenda raan roda dua (motor). Hal terse but karena motor dikhawatirkan belum mengimbangi kualitas tol Palindra. Selain itu agar jalur tol Palindra lebih aman dilalui pemudik berkendaraan bukan motor,” terangnya.

Dia menambahkan pembukaan tol Palindra seksi I sebagai upaya memecah kemacetan pemudik di jalur Palembang- Indralaya. Meski dari tiga seksi pengerjaan tol Palindra belum rampung keseluruhan, namun tol Palindra sudah nyaman dan aman bagi pemudik. Sebagai persiapannya, PT HK sudah melengkapi rambu dan marka jalan guna memudahkan pemudik, termasuk kelengkapan alat berat.

“Target PT HK (pengerjaan seksi I) seluruhnya ram pung akhir tahun (2017) sebagai penunjang Asian Games 2018 di Palembang. Dua seksi lainnya progres berbeda,” ujarnya.

Untuk seksi II, progresnya baru sekitar 6% dan seksi III mencapai 67%. Pencapaian konstruksi ini juga dipengaruhi proses ganti rugi lahan yang dilakukan.

Di seksi I ini, jalur tol dapat dipergunakan dua jalur dengan dua lajur. Namun nanti di mulut pintu gerbang Pemulutan, pemudik hendaknya lebih berhati-hati akibat sejumlah konstruksi fisik sedikit menyempit akibat belum selesainya pengerjaan di seksi II.

“Pembangunan tol Palindra ini cukup memiliki kendala, di antaranya karena musim penghujan. Hal ini mempengaruhi pengerjaan tol yang berada di lahan rawa. Karena itu, teknologi vakum yang dipergunakan guna memadatkan konstruksi badan jalan tersebut. Mudah-mudahan, progresnya akan lebih maju, hingga target akhir tahun,” terangnya.

(dni) taken from http://economy.okezone.com/read/2017/06/17/320/1718563/proyek-belum-selesai-penerangan-tol-palindra-terpaksa-pakai-genset

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja