Panglima TNI: Ulama Juga Bertanggung Jawab Jaga Persatuan

TARAKAN, JITUNEWS.COM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengimbau seluruh masyarakat termasuk pihak TNI untuk tidak mudah mengikuti begitu saja kata-kata ulama yang ingin memecah persatuan bangsa Indonesia.

Panglima TNI: Al-Quran Mengajarkan Kasih Sayang Antar Sesama Umat Manusia

"Kalau ada yang berusaha memecah belah dan memaki dengan berpakaian ulama, dia pasti bukan ulama. Tolong jangan diikuti," kata Gatot, di Islamic Center Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (18/6).

Menurut Gatot, ulama dalam sejarahnya adalah pemersatu bangsa. Bahkan, para ulama dan rakyat Indonesia pernah bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan. Sejarah Indonesia, di satu sisi, juga dihiasi semangat persatuan yang berasal dari para tokoh ulama dan tokoh-tokoh agama lainnya. 

Panglima TNI: Tidak Baik Menjelekkan Orang Lain, Apalagi Mengkafirkan

Jika ada ulama yang menginginkan perpecahan, lanjut Gatot, itu tandanya ia tidak mencerminkan karakteristik umat Muslim di Indonesia. "Jadi, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai, tapi bicaranya malah soal memecah belah bangsa, dia bukan kiai dari Indonesia atau orang tersebut belajar Islam dari luar negeri," ujarnya.

"Kalau ada yang ingin memecah belah bangsa, apalagi memecah Pancasila, berarti dia ulama palsu. Dalam hadits dijelaskan bahwa seorang mukmin tidak boleh memaki dan mengadu domba," tambah Gatot.

Sebelumnya, Gatot juga menyampaikan hal yang serupa dalam kunjungan Safari Ramadhan di Medan, Sabtu (17/6).

Ia meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan anugerah dari Tuhan YME. Sila pertama pada Pancasila juga menunjukkan bahwa bangsa Indonesia didirikan oleh bangsa yang beragama. Merawat persatuan merupakan kewajiban setiap warga negara, termasuk para ulama dan para generasi penerus bangsa.

"Ini yang benar-benar harus kita jaga dan rawat bersama. Yang merawat Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila adalah yang menghadiahkan Pancasila kepada Indonesia, yaitu para alim ulama dan para tokoh agama lainnya. Sekali lagi, saya katakan bahwa para ulama ikut bertanggung jawab merawat ini semuanya," kata Gatot.

Ada 16 Lokasi Sel ISIS di Indonesia, TNI: Masih Tidur, Bangun Kalau Ada Bom

Penulis : Nugrahenny Putri Untari taken from http://www.jitunews.com/read/61008/panglima-tni-ulama-juga-bertanggung-jawab-jaga-persatuan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini