Minat Masyarakat untuk Gantikan Dedi Mulyadi Semakin Ramai

Dedi Mulyadi/USEP USMAN NASRULLOH/PR KETUA DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi didampingi Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Dadang Naser memberikan keterangan kepada wartawan seusai membuka rapat kerja daerah Partai Golkar, Pelantikan Pengurus Kecamatan se-Kabupaten Bandung, Pelantikan Kesatuan Perempuan Partai Golkar dan Angkatan Muda Partai Golkar di Hotel Sutan Raja, Jln. Raya Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 8 April 2017. PK se-Kabupaten Bandung memberikan dukungan untuk Dedi Mulyadi menjadi calon gubernur pada Pilgub Jabar 2018 mendatang.*

PURWAKARTA, (PR).- Minat masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta periode 2018-2023 semakin ramai. Partai politik di Purwakarta yang sudah membuka mendaftaran bakal calon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta diserbu peminat. Bupati menjabat saat ini Dedi Mulyadi akan segera mengakhiri masa kepemimpinannya 2018 nanti.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sudah membuka pendaftaran, sudah ada sembilan calon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta yang mendaftar ke calon besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

PDIP sudah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang akan mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta periode 2018-2023 sejak 20 Mei lalu hingga 6 Juni 2017. Itu kata Ketua DPC PDIP Purwakarta, Acep Maman, Senin, 5 Juni 2017 ketika menerima pendaftaran salah seorang anggota DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi PKB Saefudin Zukhri.

Dari kurun waktu masa pendaftaran atau pengambilan formulir, kata Acep Maman, sedikitnya ada sekitar sembilan orang yang sudah mengambil formulir pendaftaran. Sembilan orang yang sudah mengambil formulir pendaftaran itu diantaranya Wakil Bupati Purwakarta, Dadan Koswara, Ketua Fraksi Golkar, Mesakh Supriyadi dan terakhir anggota DPRD Jabar dari PKB, Saefudin Zukhri.

Menurut Acep, sesuai dengan aturan, calon kepala daerah dan wakilnya bisa diusung atau diajukan melalui partai politik atau calon perseorangan (independen).  Dikatakannya, meskipun partai politik di Purwakarta yang memperoleh kursi di DPRD itu banyak, namun baru Hanura dan PDIP yang sudah membuka pendaftaran calon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta.

"Ke PDIP saja sekarang ini sudah ada sembilan orang yang mendaftar mengambil formulir," katanya. Diakuinya, minat masyarakat untuk mencalon diri sebagai orang nomor satu dan dua di Purwakarta itu tinggi karena peluang untuk memenangkan pertarungan politik di daerah ini terbuka lebar.

"Karena kepemimpinan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi yang sudah menjabat sebanyak dua periode akan segera berakhir. Maka  peluang untuk menduduki posisi sebagai orang nomor satu di Purwakarta terbuka lebar sehingga mereka merasa memiliki peluang sama untuk bisa menjadi Bupati atau Wakil Bupati Purwakarta," jelasnya.

Di lain pihak, anggota DPRD Jabar dari PKB, Saefudin Zukhri saat mengambil formulir mengatakan bahwa dirinya sebagai pengurus PKB mendaftar ke partai lain karena secara aturan di Purwakarta ini tidak ada satupun partai politik yang bisa sendiri mengusung pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta. Sesuai aturan, partai politik yang bisa mengajukan pasangan calon kepala daerah dan wakilnya harus memiliki keterwakilan di DPRD sebanyak 20% dari kursi DPRD atau sekitar 9 kursi di DPRD Purwakarta.

Dua partai besar di Purwakarta yaitu Golkar dan PDIP masing-masing memiliki 8 kursi sehingga mereka harus bisa merangkul dan berkoalisi dengan partai politik lain agar bisa mengusung pasangan calon.

"Kami datang  mendaftar ke PDIP karena tidak ada satupun partai politik di Purwakarta yang bisa sendirian mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati," kata Saefudin Zukhri yang didampingi Ketua Fraksi PKB DPRD Purwakarta, Alaikasallam.

Partai Hanura

Sementara itu, meski pemilihan Bupati/Wakil Bupati Purwakarta tinggal satu tahun lagi, namun peta perpolitikan di Kabupaten Purwakarta mulai menggeliat. Dari sejumlah partai politik yang memiliki kursi di DPRD Purwakarta, baru dua partai politik yaitu partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sudah membuka pendaftaran bakal calon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta periode 2018-2023.

Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Purwakarta periode 2018-2023 yang masuk ke dalam Pilkada serentak tahun 2018 menjadi perhatian sejumlah orang yang berambisi menduduki posisi sebagai orang nomor satu dan dua di Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, peluang untuk menjadi Bupati/Wakil Bupati Purwakarta kedepan sangat besar menyusul telah berakhirnya kepemimpinan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selama dua periode (2008-2018).

Saat ini sejumlah nama mulai bermunculan diantaranya Anne Dedi Mulyadi, Ruslan Subanda (Kepala BKD Purwakarta), Fadil Karsoma (Sekda), Dadan Koswara (Wakil Bupati), Endang Koswara (Asda III), Entin (Asda II),  Ketua DPC PKB Purwakarta, Eneng Supartini, Ketua DPC PDIP, Acep Maman, anggota DPRD Provinsi Jabar, Syaifudin Zukhri, Rustandi, Udin Bahrudin, pengacara M. Khudri, aktivis LSM, Lutfi Saleh dan Ketua Kadin Purwakarta, Muhammad Abdul Latif dan Syaipul Binjen (zein Baheera).***

taken from http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/06/05/minat-masyarakat-untuk-gantikan-dedi-mulyadi-semakin-ramai-402519

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja