Lintasan Sejarah 18 Juni 2017

Hari ini, Ahad tanggal 18 Juni 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Ramadhan 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 28 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari ini di tahun-tahun yang lampau.

Ahmad bin Thulun Lahir

1218 tahun yang lalu, tanggal 23 Ramadan 220 HQ, Ahmad bin Thulun, pendiri dinasti Thulun yang berkuasa di Mesir dan Suriah pada abad ke-3 Hijriah, terlahir ke dunia.

Dinasti Thulun adalah dinasti kesultanan Mesir pertama dan berhasil memasukkan Suriah ke dalam wilayah kekuasaannya.

Awal garis keturunan Thulun adalah seorang budak yang dihadiahkan kepada Khalifah Makmun dari Dinasti Abbasiah oleh seorang penguasa dari Bukhara. Putra Thulun, yaitu Ahmad bin Thulun mendirikan dinasti raja-raja yang berkuasa di Mesir dan Suriah dari tahun 254 hingga 292 Hijriah.

Raja Haji Fisabilillah, Pahlawan Nasional Indonesia Wafat

233 tahun yang lalu, tanggal 18 Juni 1784, Raja Haji Fisabilillah wafat di Ketapang. Ia adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia.

Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Tanjung Pinang, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Raja Haji Fisabililah atau dikenal juga sebagai Raja Haji Marhum Teluk Ketapang adalah (Raja) Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV.

Ia terkenal dalam melawan pemerintahan Belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau Lama. Karena keberaniannya, Raja Haji Fisabililah juga dijuluki (dipanggil) sebagai Pangeran Sutawijaya (Panembahan Senopati) di Jambi.

Ia gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784. Jenazahnya dipindahkan dari makam di Melaka (Malaysia) ke Pulau Penyengat oleh Raja Ja'afar (putra mahkotanya pada saat memerintah sebagai Yang Dipertuan Muda).

Perang Waterloo Dimulai

202 tahun yang lalu, tanggal 18 Juni 1815, dimulailah perang Waterloo yang merupakan perang terakhir antara Napoleon Bonaparte melawan negara-negara Eropa lainnya.

Perang ini terjadi di sebuah desa bernama Waterloo di Belgia. Pada saat itu, hujan yang sangat lebat menghalangi gerakan pasukan Perancis sehingga pasukan bantuan tidak sampai ke garis depan tepat pada waktunya. Akibatnya, Napoleon dan pasukannya kalah melawan tentara Prusia dan Inggris serta bertekuk lutut kepada negara-negara Sekutu.

Kekalahan itu sekaligus mengakhiri kejayaan kekaisaran Prancis dan kampanye militer Napoleon di Eropa. Napoleon sebenarnya sudah dipaksa pensiun sebagai kaisar Prancis pada 1814, namun dia berhasil meloloskan diri dari pengasingan di Pulau Elba menuju Prancis pada 1815.

Tak lama kemudian, Napoleon ditangkap dan kembali diasingkan, kali ini ke Pulau St. Helena. Enam tahun kemudian, dia wafat.

Ayatullah Sayid Ahmad Hosseini Khosroushahi Wafat

40 tahun yang lalu, tanggal 28 Khordad 1356 HS, Ayatullah Sayid Ahmad Hosseini Khosroushahi meninggal dunia di usia 65 tahun dan dimakamkan di halaman makam suci Imam Ridha as.

Ayatullah Sayid Ahmad Hosseini Khosroushahi lahir di kota Tabriz tahun 1291 HS. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar ilmu-ilmu keislamannya di kota kelahirannya, pada 1314 HS beliau bersama ayah dan sejumlah ulama Tabriz pindah ke kota Semnan. Waktu itu terjadi peristiwa Kashf Hijab (pembukaan jilbab) dan sejumlah aksi-aksi anti agama Shah Reza Khan Pahlevi. Setelah itu beliau pindah lagi ke kota Mashad.

Di kota Mashad, Sayid Ahmad belajar kepada guru-guru besar seperti Haj Agha Hossein Qommi, Mirza Abolqassem Angaji dan Mirza Mohammad Ayatollah Zadeh Khorasani. Setelah itu beliau tinggal selama dua tahun di Tabriz dan kemudian pindah lagi ke Qom.

Di hauzah ilmiah Qom, beliau belajar kepada Sheikh Abdokareem Hairi Yazdi dan guru-guru besar lainnya, sehingga mencapai derajat ilmu yang tinggi.

Beliau sendiri bertahun-tahun mengajar fiqih, ushul fiqih, teologi dan akhlak. Ayatullah Khosroukhahi kemudian kembali ke Tabriz mengikuti panggilan ayahnya dan hingga akhirnya hayatnya tinggal di sana

Ayatullah Khosroukhahi sejak dimulainya kebangkitan Imam Khomeini ra pada tahun 1342 Hs, termasuk ulama pejuang dan melakukan perjuangannya di Tabriz. Beliau berkali-kali ditahan dan dipenjarahkan, bahkan diasingkan oleh anasir rezim Pahlevi.

taken from http://parstoday.com/id/radio/programs-i39668

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja