Linguistik Forensik UI: Tak Ada Ancaman Dalam SMS Hary Tanoe

JAKARTA – SMS dari Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo terhadap Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung, Jaksa Yulianto, dinilai tidak memiliki unsur ancaman.

Menurut ahli Linguistik Forensik Universitas Indonesia (UI), Frans Asisi Datang, dari penelitiannya secara ilmiah sama sekali tidak ada ancaman dalam SMS tersebut. Itu juga termasuk dari diksi yang ada di SMS tersebut.

“Kata-kata yang mengancam kalau kita lihat arti kata mengancam, enggak ada pilihan kata mengancam,” katanya kepada Okezone, Senin (19/6/2017).

Bahkan, dari segi makna, ia juga tak menemukan arti yang mengancam dalam SMS yang diperkarakan jaksa tersebut. Baik itu pemaknaan secara konotasi atau denotasi, ia tidak menemukan unsur ancaman dalam SMS Hary Tanoe.

“Saya sudah teliti dari segi makna dan pilihan kata dari keseluruhan menurut saya enggak ada sama sekali (ancaman). Dari SMS itu tidak ada kata-kata konotasi dan denotasi mengancam,” ujar Frans.

Sebelumnya, Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe ke Bareskrim Polri pada 28 Januari 2016 atas tuduhan melanggar Pasal 28 UU ITE. SMS yang dikirim Hary Tanoe kepada Jaksa Yulianto pada 5 Januari 2016 dianggap sebagai ancaman.

Tidak cukup bukti, kasus itu mandek. Kini setelah 1,5 tahun kasus itu mengendap, Hary Tanoe kembali dipanggil Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor. Belakangan, secara sepihak jaksa agung menyebut Hary Tanoe telah berstatus tersangka.

taken from http://news.okezone.com/read/2017/06/19/337/1719533/linguistik-forensik-ui-tak-ada-ancaman-dalam-sms-hary-tanoe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja