Kombak Amnestaku, Perpaduan Beladiri Nusantara dan Luar Negeri

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN.MEDAN.COM, MEDAN - Beladiri baru Kombak Amnestaku Indonesia hadir di Kota Medan.

Pendiri Kombak Amnestaku, Ridwan Baeimbing (33) mengatakan, beladiri yang diciptakannya ini merupakan perpaduan bela diri asli nusantara dengan bela diri yang berasal dari luar negeri.

Ia menjelaskan, latar belakang berdirinya Kombak diharapkan dapat membangun kultur baru dalam bidang olah raga seni bela diri. Kemudian menjadikan bela diri tradisional dapat diterima semua kalangan, yang hingga akhirnya menjadi ikon Sumut.

"Gerakan pergerakan diciptakan dari kedua bela diri ini. Hingga nanti berhasil menjadi ikon bela diri Sumut," ujar putra asal Tobasa ini ketika ditemui di sela-sela latihan di Balai Cadika, Jalan Karya Wisata Medan Johor Amnestaku, Medan, Rabu (14/6/2017).

Lebih lanjut, Alumni Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed ini menceritakan, keduanya, baik bela diri nusantara ataupun yang daei luar penting dipadukan. Dengan demikian, berpadunya kedua bela diri ini dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat nusantara maupun luar negeri.

Ia menuturkan, Beladiri Kombak diciptakan untuk semua kalangan usia. Sasarannya mulai usia 7 tahun hingga kaum lanjut usia (lansia). Kombak secara praktis memang berbeda pelatihannya dengan usia muda dan kaum tua.

Ia menambahkan, materi latihan antara lansia dan anak muda tentu berbeda. Perbedaanya, untuk usia muda secara keseluruhan dilatih fisik, mental dan keseimbangan, kelincahan, kecepatan dan kekuatan.

Sementara untuk kaum lansia, yang dilatih murni perlindungan diri sendiri (self defence), tetapi fisik dan mental tidak keringgalan. Yakni dengan mengurangi bobot latihannya dalam bentuk fisik.

Sekilas tentang Kombak, katanya, komunitas beladiri ini digagasnya sendiri pada 7 Juli 2015. Kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan 25 Maret 2016, hingga akhirnya disahkan secara oleh Kemenhumkam pada 13 Oktober 2016 lalu.

"Sejak saat itulah mulai mengembangkan sayap," bebernya.

Nama komunitas bela diri ini berkaitan dengan alam dan dipanjangkan menjadi, Kaharisma Ombak Alam Semesta Mendukung Indonesia (Kombak Amnestaku Indonesia.

Sejauh ini Kombak telah memiliki 100 anggota dan 25 orang sudah menjadi pelatih tetap. Mereka memiliki dua program latihan, yakni kelas unum dan juga private. Untuk umum, latihannya dilaksanakan dua kali seminggu, dan yang private tiga kali seminggu.

Anggotanya berabagai latar belakang profesi. mukai dari pelajar, mahasiswa , instansi pemerintah, dan umum.

Kombak bertujuan membangnun generasi muda yang sehat, jauh dari narkoba dan bentuk-benruk kejahatan lainnya. Lalu menciptakan atlit berprestasi, membekali persiapan mental dan fisik calon TNI/Polri, aktor laga dan intinnya untuk perlindungan diri sendiri.

Kombak juga sudah pernah bekerjasama dengan berbagai instansi dalam berbagai kegiatan. Seperti perayaan dalam agenda-agenda penting TNI, Brimob, Polri.

Markas Kombak berada di Jalan Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan (sektlretariat). Sedangkan cabang latihannya lainnya berada di Jermal VII Medan Denai, Taman Cadika Medan Johor, Jalan Karya 7 Helvetia, Unimed.

Ridwan yang merupakan pendiri Kombak ternyata memiliki berbagai pengalaman beladiri sebelumnya. Ia pernah berlatih olah raga tradisional batak (moccak Batak) di Porsea pinggiran danau Toba semasa anak-anak, belajar Kungfu Naga Sakti sejak SMP hingga tamat Kuliah.

Namun selama kuliah di Jurusan Penjas Unimed, ia juga mengikuti mata kuliah Silat, karate. Di luar mata kuliah ia menggeluti taekwondo, gulat, tinju sembari tetap melatih Kungfu Naga Sakti di Unimed.(*)

taken from http://medan.tribunnews.com/2017/06/14/kombak-amnestaku-perpaduan-beladiri-nusantara-dan-luar-negeri

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja