Kiai Langitan Prihatinkan Kelompok Garis Keras

Pengasuh Ponpes Langitan Tuban Jawa Timur Kiai Haji Ubaidilah Faqih (kopiah putih) menerima rombongan pengurus DPP Partai Nasdem yang mengadakan safari ramadan, Jumat siang (16/6). Foto: Heri Susetyo

KONDISI kebangsaan saat ini sangat memprihatinkan dengan kemunculan kelompok dan aliran keras yang berusaha memecah belah NKRI dengan isu agama. Hal itu diungkapkan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan Tuban Kiai Haji (KH) Ubaidilah Faqih saat bertemu rombongan Partai NasDem yang sedang melakukan safari Ramadan, di Tuban, Jawa Timur, Jumat (16/6).

Ponpes Langitan ialah tempat pertama tujuan safari Ramadan yang dilakukan pengurus DPP dan DPW Jatim Partai NasDem. Rombongan pengurus Partai NasDem dipimpin Sekjen Effendy Choirie. Gus Ubed, panggilan putra tertua pengasuh Ponpes Langitan almarhum KH Abdullah Faqih, mengungkapkan keprihatinannya tersebut. "Tidak cukup hanya dengan akal dan pikiran mengatasi kondisi bangsa saat ini. Terlebih dengan munculnya kelompok atau aliran keras yang berusaha memecah NKRI dengan isu agama," ujarnya.

Perlu dilakukan zikir lebih banyak dan melibatkan kiai terutama kiai kampung yang tidak terkenal karena doa mereka mujarab. "Peran kiai tidak boleh diabaikan dalam kehidupan berbangsa sekarang ini. Sejak dulu para kiai juga ikut berjuang dan mendirikan bangsa ini," tegas Gus Ubed.

Agenda rutin
KH Ubaidilah Faqih juga sempat mendoakan bangsa sebelum rombongan pengurus Partai NasDem berpamitan. Saat Effendy Choirie menyampaikan salam dari Surya Paloh, Gus Ubed juga mengaku pernah bertemu Ketua Umum Partai NasDem itu saat masih muda. "Beliau juga khusus berpesan pada saya agar moderat saja," papar Effendy Choirie. Ponpes Langitan Tuban ialah salah satu ponpes tertua yang berdiri pada 1892 dan masih mempertahankan ketradisionalannya (salaf). Sejumlah ulama terkenal seperti KH Syaikhona Kholil, KH Hasyim Azari, dan KH Mustofa Bisri ialah lulusan ponpes tersebut.

Selain bersilaturahim dengan pengurus Ponpes Langitan, safari Ramadan Partai NasDem akan bertatap muka dengan pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, Al Hikam Malang, Al Qodiri Jember, dan Syaikhona Kholil Bangkalan Madura. "Safari Ramadan adalah agenda rutin Partai NasDem setiap bulan suci Ramadan," ungkap Effendy. Sebagai partai nasionalis, lanjut Effendy, NasDem juga perlu mendengar masukan dan saran para ulama terhadap dinamika politik keindonesiaan dalam hubungannya dengan konsep keberagaman.

NasDem melihat pentingnya upaya menyinergikan pemikiran dan gerakan universal para ulama untuk dijadikan referensi dalam membangun partai ke depan. Safari Ramadan juga bertujuan mendapatkan tabaruk dan i'tibar dari ulama pendahulu sebagai spirit bagi Partai NasDem. "Ulama adalah saka guru bagi kemerdekaan RI, benteng NKRI, dan perekat bagi persatuan dan kesatuan bangsa sejak negeri ini merdeka hingga saat ini dan masa mendatang," papar pria yang akrab Gus Choi ini. (OL-4)

taken from http://mediaindonesia.com/news/read/109450/kiai-langitan-prihatinkan-kelompok-garis-keras/2017-06-17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja