Bangkai Delapan Ekor Kijang Ditemukan di Puncak Lawu

BANGKAI KIJANG: Bangkai kijang yang sudah dikuliti di puncak Lawu. (suaramerdeka.com/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Bangkai delapan ekor kijang ditemukan di puncak Lawu, di Selopundutan, pos V puncak Lawu di wilayah Ngawi, Jatim. Bangkai kijang tu ditemukan dua pendaki asal Sukoharjo, Andi Prasetyo dan Fathoni Binanthoro pada Selasa lalu sekitar pukul 15.30, saat hendak turun ke puncak.

Setelah sampai di pos Candi Cetho, keduanya melaporkan kepada Sutarjo, juru parkir pos pendakian Cetho untuk diteruskan kepada polisi dan Perhutani. Petugas Perhutani Lawu Utara, Eko Supardi kemudian bersama empat petugas lainnya, Eko naik ke puncak Lawu melakukan penecekan ke lokasi tempat penemuan bangkai kijang tersebut.

“Petugas mendapati beberapa barang bukti, antara lain kepala kijang sudah terpotong utuh tiga, lima kulit kijang utuh, salah satu di antaranya terdapat bekas lubang yang diduga tembakan peluru pemburu, kerangka utuh yang sudah dikuliti ada tujuh, kerangka kijang sudah dipotong-potong satu, jerohan utuh empat, bekas bumbu dapur, bekas kertas minyak yang sudah dipakai, bekas air mineral dan lainnya yang bersereakan di pos lima,” kata Kapolsek Jenawi AKP Iwan.

Seluruh barang bukti kemudian kemudian dikubur karena berserakan dan menimbulkan bau busuk di sekitar lokasi yang memang dipakai sebagai jalur pendakian dari arah Ngawi dan Candi Cetho. Sebelumnya barang bukti itu dipotret untuk dijasikan bahan laporan ke Perhutani.

Sementara itu Eko mengatakan, wilayah puncak Lawu dan hutan yang ada di sekitarnya termasuk hutan lindung, sehingga semua yang ada di dalamnya termasuk kijang, dilindungi. Karena itu tidak bisa sembarangan orang beerburu, harus izin ke Perhutani. “Kami menduga memang ada sekawanan pemburu yang hendak mengambil daging kijang untuk keperluan tertentu. Tidak tahu apakah dijual dagingnya, atau digunakan untuk apa, sebab harga daging kijang juga cukup mahal,” kata Eko.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan polisi untuk melacak siapa yang sudah melakukan itu. Dipastikan pemburu itu sengaja naik untuk berburu kijang yang memang masih cukup banak ditemui di sekitar wilayah hutan lindung Cetho, bahkan sampai ke kawasan puncak Lawu.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Smanjuntak memerintahkan petugas untuk melacak kasus ini. Apapun tindakan pemburu itu sangat tidak dibenarkan, apalagi mereka melakukan itu di wilayah hutan lindung. “Kita akan berkoordinasi dengan Perhutani melakukan pengamanan di titik-titik pendakian yang memang biasa digunakan pendaki naik ke puncak Lawu. Kita awasi setiap aktifitas pendaki, dan kita minta jika memang ada yang melihat aktifitas perburuan, mohon segera diinfokan, untuk ditindaklanjuti,” kata dia usai meninjau lokasi di pos Cetho.

(Joko Dwi Hastanto/CN38/SM Network)

taken from http://berita.suaramerdeka.com/bangkai-delapan-ekor-kijang-ditemukan-di-puncak-lawu/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja