Bagi Hasil Perampokan untuk Biayai Kampanye Kades

KOMPLOTAN perampok sadis yang menewaskan David Tantono di SPBU Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat dikenal begitu rapih dalam menjalankan aksinya. Mereka merencanakan dan mengeksekusi aksinya pada Jumat (9/6) dengan matang, didahului dengan memetakan peran masing-masing anggotanya serta mengincar korbannya.

Hal itu tergambar saat penyidik Polda Metro Jaya menjabarkan peran empat pelaku yang telah ditangkap, satu diantaranya tewas ditembak lantaran melawan petugas saat ditangkap. Mereka adalah TP, M, dan DTK. Pelaku IR tewas ditembak saat ditangkap di Karawang.

Aksi mereka begitu rapih, mulai saat mereka menggambar situasi, mencari dan mengawasi target di dalam bank hingga eksekusi perampokan.

"Kami perkirakan lebih dari 10 orang pelaku (perampokan SPBU)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pelaku TP berperan sebagai eksekutor penggembos ban. Adapun M, kata Argo, berperan sebagai penghalau jika dalam eksekusi perampokan ada yang mengejar atau melawan.

"Kalau saat eksekusi ada yang mengejar, M bertugas menghalangi dengan mobil yang dibawanya," ucapnya. Sementara, DTK berperan yang menggambar calon korban dan mengawasi di dalam bank.

Sementara IR yang tewas itu dikenal sebagai wakil kapten, IR juga merupakan penjahat kambuhan atau residivis. Dia berperan sebagai orang yang masuk ke bank untuk mengawasi, membagi hasil kejahatan dan memilih calon korban.

"Pelaku yang kami tembak ini perannya memilih Davidson jadi target, lalu memberitahu ke beberapa pelaku lain melalui komunikasi handpone," jelas Argo

Sepanjang April – Juni 2017 kelompok ini sudah 24 kali melakukan aksinya. Aparteman di wilayah Jakarta Timur merupakan tempat berkumpul para pelaku. Lokasi tersebut digunakan untuk membagi hasil curian serta membuat perencanaan.

Hasil curian dibagi rata. Misalnya hasil perampokan uang Rp350 juta milik Davidson. Setiap pelaku mendapatkan bagian sebesar Rp14 juta.

”Sistemnya itu setelah membagi rata uang, mereka langsung melarikan diri dengan cara berpecar. Dan jika ingin beraksi, mereka kembali berkumpul. Perkumpulan itu dilakukan untuk menyusun strategi dan pembagian tugas,” tuturnya.

Senjata api selalu dibawa mereka saat beraksi. Senpi tersebut digunakan untuk menakuti atau melukai korban. Namun selama ini, mereka belum satupun melukai korban dalam menjalankan aksinya.

Penembakan tersebut hanya terjadi pada Davidson Tantono. Hal itu dilakukan karena korban melakukan perlawanan. ”Biasanya si hanya merampas harta korban saja. Tidak sampai melukai. Dan di Daan Mogot mereka dalam situasi tersedak. Yakni kondisi ramai dan adanya perlawanan dari korban,” ujar Argo

Untuk kampanye Pemilihan Kades

Argo menjelaskan hasil curian tersebut digunakan salah satu pelaku untuk pemilihan kepala desa. Yakni DTK mencalonkan Kepala Desa Padasuka Selatan, Kecematan Padusaka, Lampung. Hasil curian tersebut digunakan untuk biaya kampanye.

”Uangnya seperti dibelikan spanduk, baju atau perlengkapan kampanye lainnya,” tambah dia. Saat ini pengejaran terhadap pelaku lainnya dilakukan termasuk Kapten kelompok tersebut.

Di lain sisi, polisi juga tengah memburu pelaku pembunuhan Italia Chandra Kirana Putri, 23, yang terjadi di Perumahan Bugel, Karawaci, Tanggerang. Sketsa gambar kedua pelaku tersebut telah disebar ke seluruh Polda di Indonesia.

Argo menjelaskan sampai saat ini keberadaan mereka belum berhasil dikantungi. Namun hal tersebut tidak membuat semangat polisi patah. Pencarian pun terus dilakukan.

”Penyebaran sketsa pelaku sudah dilakukan. Sketsa itu disebar tidak hanya di jajaran kepolisian saja. Melainkan di permukiman warga juga telah ditempelkan,” ucapnya. (OL-3)

taken from http://mediaindonesia.com/news/read/109561/bagi-hasil-perampokan-untuk-biayai-kampanye-kades/2017-06-17

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja