Aparatur Terus Bekerja Stabilkan Harga

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

GUNA menstabilkan harga dan persediaan bahan pokok, pemerintah terus melakukan intervensi. Di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah bawang putih, Selasa (6/6). “Ini upaya menekan harga bawang putih di pasar. Operasi pasar ini menjual bawang putih dengan harga Rp25 ribu per kilogram, lebih murah dari harga pasar yang Rp30 ribu,” ujar Staf Khusus Menteri Perdagangan, Eva Yuliana.

Dalam operasi pasar itu, Kementerian menyediakan 58 ton bawang putih. Jumlah pembelian tidak dibatasi, termasuk untuk pedagang. “Mereka bisa menjual lagi, tapi diharapkan harganya tidak terlalu tinggi,” tambah Eva. Di Sumenep, Jawa Timur, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan persediaan beras masih mencapai 2 juta ton dan cukup memenuhi kebutuhan warga hingga akhir tahun. Karena itu, pemerintah tidak perlu impor.

“Ini adalah tahun kedua negara kita tidak melakukan impor beras, karena hasil pertanian nasional sudah mencukupi,” jelasnya. Karena stok cukup, ia juga menjamin harga beras akan stabil. “Bahkan, harga beras medium dan premium mengalami penurunan Rp100-Rp200 per kg,” lanjutnya. Kerja keras menjaga harga pangan juga dilakukan aparatur di daerah. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pemkot menggelar pasar murah Ramadan selama satu pekan di enam kelurahan. “Semua warga boleh membeli. Kami menjual beras, telur, gula, bawang merah, dan minyak goreng dengan harga di bawah harga pasar,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jeri Padji Kana.

Pemkab Lamongan, Jawa Timur, juga menyiapkan 3 ton gula dan 300 ton beras untuk pasar murah. Di Klaten, Jawa Tengah, warga juga menyerbu pasar murah yang digelar di TPA Al Amin Nur Hidayah di Desa Mireng, Trucuk. Kemarin, harga kebutuhan pokok dilaporkan dalam kondisi stabil di Lembata, Nusa Tenggara Timur, dan Pangkalpinang, Bangka Belitung. Bahkan, di Sukabumi, Jawa Barat, dan Bengkulu, terjadi penurunan harga daging ayam.

Selain harga, aparatur di beberapa daerah juga mewaspadai beredarnya makanan kedaluwarsa, dan bahan pangan yang mengandung zat berbahaya. Makanan yang sudah tidak layak edar ditemukan di Subang, Jawa Barat, dan Kota Tegal, Jawa Tengah. Petugas gabungan Pemkab dan Polres Temanggung, Jawa Tengah, mendapati adanya makanan bercampur bahan kimia berbahaya di Pasar Kliwon. Bahan pengawet berbahaya ditemukan di bakso dan mi basah. “Kami sudah minta para penjual menarik produk berbahaya itu,” tandas Kepala Dinas Perdagangan Rony Nurhastuti. (FR/MG/PO/YK/JS/PT/RF/RZ/JI/TS/BB/MY/EP/RS/N-2)

taken from http://mediaindonesia.com/news/read/107813/aparatur-terus-bekerja-stabilkan-harga/2017-06-07

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sambut HUT Polwan ke-69, Bagi 500 Coklat dan 300 Bunga Kepada Pengendara yang Melintas

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini