Bisakah Zakat Menjadi Sumber APBN dan Mengentas Kemiskinan?

Pendapatan terbesar negara adalah sumber daya alam, seperti minyak bumi, emas, batu bara, dan lain sebagainya. Akan tetapi yang menjadi masalah, sumber daya alam tersebut tidak dapat diperbarui, sedangkan APBN negara dari masa ke masa selalu meningkat. Maka harus ada inovasi terbaru dalam menggali pendapatan yang lebih spesifik, salah satunya adalah zakat.

Sumber: yatimmandiri.org

Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5% oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya menurut ketentuan yang telah ditetapkan syariah. Zakat sendiri adalah rukun Islam yang ketiga, jadi hukum menunaikannya adalah wajib. Sebagaimana firman Allah:

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.“ (QS. At-Taubah: 103)

Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga membuat zakat memiliki potensi besar sebagai sumber APBN Indonesia. Karena zakat juga diwajibkan seperti amal ibadah lainnya, maka jika dikelola dengan baik dan benar, bisa memberikan dampak positif bagi negara. Apalagi masyarakat Indonesia sendiri banyak dari kalangan orang yang mampu dan memenuhi syarat sebagai muzaki.

Zakat juga bisa dijadikan sebagai pengentas kemiskinan di Indonesia. Kenapa bisa begitu? Karena zakat diprioritaskan untuk orang-orang miskin, sebagaimana dijelaskan dalam Alquran bahwa zakat diberikan untuk 8 asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnus sabil. Sedangkan pajak hanya diperuntukkan sebagai penyedia fasilitas dan layanan publik.

Sumber: eventzero.org

Sekarang, dana zakat tidak lagi dijadikan sebagai dana konsumtif saja, akan tetapi dijadikan dana produktif, yang akan menjadi langkah efektif untuk menuntaskan kemiskinan, misalnya dijadikan sebagai beasiswa, modal usaha, sekolahan, dan lain sebagainya.

Kendalanya adalah tingkat kesadaran masyakat muslim dalam membayar zakat masih sangat rendah, karena pemerintah belum serius dalam menangani masalah ini. Selain itu, belum adanya tenaga profesional dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat secara baik dan benar.

Jadi seperti itulah jika zakat dijadikan sumber APBN Indonesia, seperti negara-negara maju lainnya yang menggunakan inovasi tersebut sebagai penunjang kemakmuran dan kemajuan negara.

Kontributor: Irham Daus

Artikel ini ditulis oleh kontributor. Segala proses penulisan diluar dari campur tangan BABE.

BABE menyediakan wadah bagi anak bangsa yang tertarik untuk memuat karya tulisnya di sini.

Info: nulis.babe.news

taken from http:https://islam.babe.news/81542d/bisakah-apbn-mengentas-kemiskinan/?utm_source=BaBe%20App&utm_medium=Article&utm_campaign=Artikel%20BaBe

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja