Pemanfaatan Teknologi Maritim masih Terbatas

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Kerja sama antara KKP dan BPPT itu berupa pengembangan teknologi pengelolaan sampah laut, budi daya perikanan, pakan ikan, pembuatan kapal, dan budi daya perikanan ikan nila.

Kepala BPPT Unggul Priyanto seusai melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Sekjen KKP, Rifky Effendi Hardijanto, di Jakarta, kemarin, mengatakan wilayah laut Indonesia yang cukup luas itu belum dibarengi dengan kemajuan teknologi di bidang maritim. Ia mencontohkan kapal tangkap ikan masih kekurangan. “Dengan kerja sama ini, BPPT sejak Oktober 2016 telah membuat desain dasar dan pengujian model kapal penangkap ikan ukuran 110 GT sampai dengan 130 GT,” jelas Unggul.

Untuk pakan ikan, BPPT pun menyanggupi untuk membuat teknologi pakan ikan demi mengurangi impor. Sementara itu, kerja sama Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dengan Deputi Bidang Teknologi Antariksa Lapan ialah pemanfaatan teknologi satelit dan penerbangan. Lapan memanfaatkan data satelit Lapan-A2/Lapan-Orari dan Lapan-A3/Lapan-IPB untuk mendukung pengawasan sumber daya laut dan perikanan di wilayah Indonesia. (Nda/N-2)

taken from http://mediaindonesia.com/news/read/101293/pemanfaatan-teknologi-maritim-masih-terbatas/2017-04-19

Komentar

Pos populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja