Kendala teknis hambat laju Gerry di Thailand

Gerry Salim saat memacu Honda CBR250RR pada Race 1 AP250 Asia Road Race Championship 2017 di Sirkuit Internasional Chang, Thailand, Jumat (14/4/2017). Gerry menjuarai Race 1. © Astra Honda Racing Team

Kendala teknis menggagalkan upaya Gerry Salim untuk menyapu bersih kemenangan pada kelas Asia Production 250 (AP250) seri kedua Asia Road Race Championship (ARRC) 2017 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Jumat-Sabtu (14-15/4/2017).

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) itu datang ke Thailand dengan penuh kepercayaan diri setelah menyapu bersih dua Race pada seri pembuka di Johor, Malaysia.

Sejak babak kualifikasi pada Jumat pagi (14/4) Gerry tampak siap untuk kembali mendominasi dan menempati posisi start kedua di belakang Takehiro Yamamoto dari Sidrap Honda Ikazuchi Racing Team.

Begitu Race 1 dimulai, Gerry langsung melesat untuk memimpin rombongan. Sempat kesulitan mempertahankan keunggulan, pebalap AHRT berusia 19 tahun itu masih bisa bertahan di deretan rombongan terdepan.

Pada lima putaran sebelum usai, Gerry kembali memimpin dan mempertahankannya hingga masuk finis terdepan. Pebalap asal Jawa Timur itu merebut kemenangan ketiga beruntun setelah menyelesaikan 10 putaran dalam waktu 19 menit dan 10,830 detik.

Pebalap Thailand Anupab Sarmoon yang mengendarai Yamaha berada di posisi kedua, sementara rekan setim Gerry, Rheza Danica Ahrens, untuk pertama kalinya berhasil naik podium di peringkat ketiga.

"Hari ini cuaca sangat panas dan angin cukup kencang. Saya mencoba menekan pada putaran awal, tetapi gagal untuk bisa lepas dari grup. Saya lalu mengubah strategi untuk menyerang pada tiga putaran terakhir," kata Gerry kepada laman ARRC.

Sementara Rheza, yang finis keempat dan kelima pada debutnya di Johor, tak menyembunyikan kegembiraannya karena berhasil naik podium untuk pertama kalinya.

"Hari ini kami mengalami balapan yang ketat sejak start hingga finis. Saya mencoba untuk mengikuti pebalap lain dari putaran ke putaran. Saya bisa memacu motor dengan konstan dan akhirnya mendapat podium pertama saya bersama CBR250RR," kata Rheza.

Nasib sial menimpa Gerry pada Race 2 yang berlangsung Sabtu (15/4). Sesaat sebelum start, motor yang dikendarainya terkena masalah hingga mesti masuk ke pit dan tidak bisa mengikuti lomba. AHRT tidak menjelaskan masalah teknis apa yang menimpa CBR250RR itu.

Walau demikian, masih ada Rheza yang tampil luar biasa pada Race 2 untuk kembali naik podium di Sirkuit Internasional Chang. Pebalap berusia 19 tahun ini berhasil memperbaiki performanya pada Race 2 untuk finis kedua, tertinggal 1,981 detik dari Yamamoto yang menjadi juara.

"Saya puas dengan hasil dua balapan di seri ARRC Buriram ini. Meskipun saya merasakan persaingan sengit sejak awal hingga akhir balapan, saya dapat mempersembahkan dua kali pengibaran Merah Putih dari podium ketiga dan podium kedua," kata Rheza seperti dikutip situs resmi Astra Honda Motor (16/4).

"Ini merupakan pengalaman berkesan mengingat saya akan pulang ke Tanah Air dengan membawa prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia. Terima kasih untuk semua dukungannya," sambungnya.

Walau gagal membalap di Race 2, Gerry masih memimpin klasemen pebalap AP250 dengan 75 poin usai dua seri. Ia hanya unggul satu poin dari Yamamoto.

Anupab Sarmoon berada di peringkat ketiga dengan 72 poin, sementara Rheza menempati posisi keempat dengan 60 angka.

ARRC 2017 akan berlanjut dengan seri ketiga yang berlangsung di Sirkuit Suzuka, Jepang, pada 3-4 Juni.

taken from http://beritagar.id/artikel/arena/kendala-teknis-hambat-laju-gerry-di-thailand?utm_source=babe&utm_medium=apps&utm_content=partnership&utm_campaign=partnership-babe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pentolan Abu Sayyaf Tewas dalam Operasi Militer Filipina

Ujicoba Simpang Susun Semanggi Ditargetkan Juli Ini

Beredar Tiket Palsu, Panpel PS TNI Janji Perbaiki Kinerja